Senin, 15 September 2014

Mana Merah Putihmu



18 Agustus 2014 kemarin saya nganter Ibu ke rumah Bude JM di Bekasi. Bude JM itu sahabat dekat Ibu saya sejak mereka sama-sama jadi guru jahit di kawasan Harmoni di tahun enam puluhan dulu.
Waktu saya kecil dan Bude masih tinggal di Tomang, keluarga kami sering sowan ke rumahnya. Begitu juga sebaliknya. Ibu dan Bude sudah seperti kakak beradik. Kami seperti saudara, meski nggak ada pertalian keluarga.
Sekarang umur Bude sudah 84 tahun, tapi perempuan kelahiran Solo yang sudah lama  ditinggal suaminya yang tentara itu, masih punya semangat hidup tinggi.
Sambil jalan tertatih-tatih dari kamar ke ruang tamu, Bude semangat banget cerita tentang jalan-jalan paginya kemarin di hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia di komplek perumahannya. Bude bilang, dia nggak segan-segan menegur tetangganya yang belum pasang bendera. 
“Mana Merah Putihmu?!” begitu kata Bude mengingatkan setiap tetangga yang ditemuinya.
Bude juga cerita waktu ketemu Pak RW, dia langsung kritik tuh, soalnya banyak warga yang nggak pasang bendera merah putih.
“Merah putih itu bukan sekedar kain merah dan putih, tapi dibalik itu ada SEJARAH!” tegas Bude masih dengan semangatnya yang menyala.

***

Waktu saya masuk di komplek perumahan saya, iseng-iseng saya coba ngitung berapa bendera merah putih yang terpasang? Wow…, dari tiga puluh rumah ternyata cuma ada dua yang masang! Satu di halaman rumah saya dan satu lagi di rumah Pak Agus.
Siang itu, di bumi Indonesia yang lagi dipanggang matahari saya spontan berteriak, “Mana Merah Putihmuuuuuu!”
Merdeka!











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Pemimpi di Depan Taman Cinta

Waktu masih kuliah saya kepingin banget punya Rumah Mungil yang cantik dan apik, dengan taman kecil di depan rumah. Impian yang menggo...