18 Agustus 2014 kemarin saya nganter Ibu ke
rumah Bude JM di Bekasi. Bude JM itu sahabat dekat Ibu saya sejak mereka sama-sama
jadi guru jahit di kawasan Harmoni di tahun enam puluhan dulu.
Waktu saya kecil dan Bude masih
tinggal di Tomang, keluarga kami sering sowan ke rumahnya. Begitu juga
sebaliknya. Ibu dan Bude sudah seperti kakak beradik. Kami seperti saudara,
meski nggak ada pertalian keluarga.
Sekarang umur Bude sudah 84
tahun, tapi perempuan kelahiran Solo yang sudah lama ditinggal suaminya yang tentara itu, masih punya
semangat hidup tinggi.
Sambil jalan tertatih-tatih
dari kamar ke ruang tamu, Bude semangat banget cerita tentang jalan-jalan paginya
kemarin di hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia di komplek perumahannya. Bude
bilang, dia nggak segan-segan menegur tetangganya yang belum pasang
bendera.
“Mana Merah Putihmu?!” begitu kata
Bude mengingatkan setiap tetangga yang ditemuinya.
Bude juga cerita waktu ketemu
Pak RW, dia langsung kritik tuh, soalnya banyak warga yang nggak pasang bendera
merah putih.
“Merah putih itu bukan sekedar
kain merah dan putih, tapi dibalik itu ada SEJARAH!” tegas Bude masih dengan
semangatnya yang menyala.
***
Waktu saya masuk di komplek
perumahan saya, iseng-iseng saya coba ngitung berapa bendera merah putih yang
terpasang? Wow…, dari tiga puluh rumah ternyata cuma ada dua yang masang! Satu
di halaman rumah saya dan satu lagi di rumah Pak Agus.
Siang itu, di bumi Indonesia yang
lagi dipanggang matahari saya spontan berteriak, “Mana Merah Putihmuuuuuu!”
Merdeka!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar