Perempatan Kayu
Putih, Sabtu 15.30.
Tembang lawas All I Am dari Heatwave yang
dipancarkan Brava Radio, masih mengalun sejak saya meninggalkan studio foto milik
seorang teman di kawasan Pulomas.
Sambil nunggu
traffic light berubah hijau, di kabin lapang Isuzu Panther yang sejuk, saya lihat seorang pengemis Tua berkaki
satu dengan krugnya berjalan sedikit
tertatih mengarah ke samping kanan mobil saya. Sebelum sampai mendekat, sudah
saya siapkan lembaran dua ribu rupiah dari
laci, sekedar sedekah kecil.
Di luar matahari
masih lumayan panasnya. Saat Pak Tua itu mendekat, saya buka kaca jendela, o ow…,
ternyata saya salah sangka. Dia rupanya bukan pengemis. Pak Tua itu penjual
tablet hisap Vitamin C. Maaf Pak Tua, saya tadi ngga lihat dagangan di kantong kresek
yang ada di tangan kiri bapak. Saya
terlalu fokus pada kaki bapak….
Dia sodorkan Vitamin
C yang selembarnya berisi dua. “Tiga rupiah, Pak,” katanya.
Di saat bersamaan traffic light berubah warna, saya jadi
sedikit gelagapan. Dari laci saya tarik lembaran lima ribu, “Satu aja, Pak,”
pinta saya sambil buru-buru tancap gas, tanpa perlu minta uang kembalian.
Maafkan saya Pak
Tua, saya sudah salah sangka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar