Jakarta 1976
Menginap di rumah
Kakek dan Nenek, buat saya adalah kebahagiaan tersendiri. Karena di sanalah
saya bisa mendapatkan banyak fasilitas enak yang menjadi impian anak-anak seumuran
saya.
Apalagi kalau
Eyang Mamih, begitu saya memanggil Nenek dari pihak Ibu, mengajak saya ke
pasar. Waaaah…, itu artinya saya bakal dapat banyak jajanan enak seperti biskuit,
permen, coklat atau bisa juga aneka mainan. Hahahaha…,
Setiap kali ke
pasar, di masa itu Eyang dan juga Ibu-Ibu umumnya membawa keranjang belanja sendiri-sendiri. Keranjang
belanja yang terbuat dari plastik aneka warna, kuat dan tahan lama. Malah seingat saya, selain
keranjang belanja, Eyang saya juga suka membawa tas tambahan untuk memisahkan
belanjaan yang kering dan basah.
Jakarta 2016
Seiring perkembangan
jaman, kini pasar modern semakin tumbuh dan berkembang. Penggunaan keranjang
belanja pun tergantikan oleh kantong plastik alias kantong kresek. Kantong belanja yang kemudian berubah menjadi sampah
plastik itu, sudah berlangsung puluhan tahun lamanya dan semakin mengkhawatirkan.
Untuk mengurangi
penggunaan kantong plastik, berbagai kebijakan pun diterapkan. Satu diantaranya
menghapus
fasilitas gratis kantong-kantong plastik buat kita yang berbelanja di
supermarket. Jadi…, sekarang ini kalau kita belanja di supermarket atau mini
market, kita akan dikenakan biaya tambahan untuk kantong plastik yang kita
gunakan. Di Jakarta, satu kantong plastik dihargai Rp 200,- Semurah itu? Apa
ngga salah? Lalu bagaimana dengan peredaran kantong plastik di pasar-pasar tradisional dan area belanja lainnya?
Buat orang Jakarta
nilai itu (mungkin) ngga masalah. Misalnya satu orang Jakarta berbelanja banyak
dan butuh 5 kantong plastik, itu artinya (hanya) Rp 1.000 uang tambahan yang
harus dia keluarkan untuk kantong plastik. Itu artinya juga, upaya untuk
meminimalkan penggunaan kantong plastik di masyarakat pun sia-sia, bukan?
Sementara yang
diharapkan adalah; masyarakat mau membawa keranjang atau tas belanja
sendiri-sendiri, seperti yang dilakukan Ibu-Ibu atau nenek-nenek kita di masa lalu. Malu? Ngga perlu.
Karena kantong
plastik murah, bukan solusi menyelesaikan masalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar