Rabu, 09 Maret 2016

Murah Bikin Masalah

Jakarta 1976
Menginap di rumah Kakek dan Nenek, buat saya adalah kebahagiaan tersendiri. Karena di sanalah saya bisa mendapatkan banyak fasilitas enak yang menjadi impian anak-anak seumuran saya.

Apalagi kalau Eyang Mamih, begitu saya memanggil Nenek dari pihak Ibu, mengajak saya ke pasar. Waaaah…, itu artinya saya bakal dapat banyak jajanan enak seperti biskuit, permen, coklat atau bisa juga aneka mainan. Hahahaha…,

Setiap kali ke pasar, di masa itu Eyang dan juga Ibu-Ibu umumnya  membawa keranjang belanja sendiri-sendiri. Keranjang belanja yang terbuat dari plastik aneka warna,  kuat dan tahan lama. Malah seingat saya, selain keranjang belanja, Eyang saya juga suka membawa tas tambahan untuk memisahkan belanjaan yang kering dan basah.

Jakarta 2016
Seiring perkembangan jaman, kini pasar modern semakin tumbuh dan berkembang. Penggunaan keranjang belanja pun tergantikan oleh kantong plastik alias kantong kresek. Kantong belanja yang kemudian berubah menjadi sampah plastik itu, sudah berlangsung puluhan tahun lamanya dan semakin mengkhawatirkan.

Untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, berbagai kebijakan pun diterapkan. Satu diantaranya   menghapus fasilitas gratis kantong-kantong plastik buat kita yang berbelanja di supermarket. Jadi…, sekarang ini kalau kita belanja di supermarket atau mini market, kita akan dikenakan biaya tambahan untuk kantong plastik yang kita gunakan. Di Jakarta, satu kantong plastik dihargai Rp 200,- Semurah itu? Apa ngga salah?  Lalu bagaimana dengan peredaran kantong plastik di pasar-pasar tradisional dan area belanja lainnya?

Buat orang Jakarta nilai itu (mungkin) ngga masalah. Misalnya satu orang Jakarta berbelanja banyak dan butuh 5 kantong plastik, itu artinya (hanya) Rp 1.000 uang tambahan yang harus dia keluarkan untuk kantong plastik. Itu artinya juga, upaya untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik di masyarakat pun sia-sia, bukan?

Sementara yang diharapkan adalah; masyarakat mau membawa keranjang atau tas belanja sendiri-sendiri, seperti yang dilakukan Ibu-Ibu atau nenek-nenek kita di masa lalu. Malu? Ngga perlu.


Karena kantong plastik murah, bukan solusi menyelesaikan masalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Pemimpi di Depan Taman Cinta

Waktu masih kuliah saya kepingin banget punya Rumah Mungil yang cantik dan apik, dengan taman kecil di depan rumah. Impian yang menggo...